“Tiga syarat menghadapi tantangan global; perkuat kemandirian bangsa, tingkatkan daya saing, dan miliki peradaban bangsa yang mulia”. (Susilo Bambang Yudhoyono)

21 May 2015

Menyusun Biopen untuk Karakter Hebat

Rochimudin | 21 May 2015 | 5:22 PM |
Tim Kelompok 5 ketika wawancara
dengan Pak Wid sebagai narasumber.
“Menjadi seorang guru merupakan profesi yang sangat berat, karena tugas guru tidak hanya sekedar mengajar pelajaran akademik di sekolah, namun juga membentuk karakter siswa supaya mereka mempunyai karakter yang baik” ujar Pak Wid yang juga seorang guru di SMA 5 Semarang, Sabtu (10/05/2014).
Dilanjutkannya, “Saya mengalami banyak hal yang berbeda tiap tahun, bertemu dengan anak-anak yang berbeda karakter, sifat, dan perilaku membuatnya menjadi lebih berwarna. Terutama menjadi guru membuat saya lebih bebas mengekspresikan emosi saya, saya bisa tertawa bebas dikelas, melucu dikelas, dan jika ada anak yang kurang sopan saya boleh saja memperingatkannya bahkan memarahinya, menurut saya itu tidak masalah jika saya tidak memukul anak tersebut” tambah Pak Wid.

Selengkapnya lihat disini atau download disini:


Contoh biografi pendek Arif Kurnia R:


Biografi pendek Arif Kurnia, Mahasiswa Teknik UNDIP sebagai contoh kedisiplinan.

Itulah contoh hasil proses pembelajaran yang saya laksanakan dengan konsep memberikan teladan langsung dengan cara belajar dari tokoh atau narasumber secara langsung. Perlu dicermati, siswa sekarang lebih percaya teladan atau contoh langsung ketika belajar nilai-nilai karakter.

Nilai-nilai karakter sangat penting untuk mendasari kemampuan apapun, misalnya TIK. siswa yang telah dapat memegang nilai-nilai karakter dengan kuat akan menggunakan TIK untuk kebaikan atau materi yang diakses lebih baik dan sehat.

Artikel ini merupakan hasil kajian dari pelaksanaan pembelajaran di luar kelas (termasuk di luar sekolah) pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA 5 Semarang. Tujuan penulisan ini untuk menunjukan bahwa biografi pendek dapat dijadikan sebagai media pembelajaran berbasis karakter berdasarkan civic dispositionSikap atau watak kewarganegaraan (civic disposition) adalah watak atau sikap-sikap yang harus dimiliki setiap warga negara untuk mendukung efektivitas partisipasi politik, berfungsinya sistem politik yang sehat dan berkembangnya martabat dan harga diri.

Biografi yang selama ini kita kenal melalui media massa dan buku dapat digunakan sebagai media untuk membelajarkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan apresiasi dan inklusi. Selama ini nilai-nilai karakter lebih banyak diperoleh dari cerita atau perintah guru dan membaca buku sehingga dirasa ada yang kurang dalam pembelajaran. 


Langkah membuat Biopen
Langkah menyusun biopen antara lain:
  • 1. Siswa dibagi dalam kelompok, misalnya satu kelompok 5 siswa. Semakin kecil jumlah kelompok maka akan semakin baik.
  • 2. Menentukan tema pembelajaran. Tokoh atau narasumber yang dicari harus berkaitan dengan tema atau materi pelajaran supaya tujuan pembelajaran dan modelnya dapat tercapai.
  • 3. Siswa menentukan tokoh atau orang yang dapat dan kemungkinan bersedia menjadi narasumber untuk dibuat biografi singkat.
  • 4. Melakukan kunjungan ke rumah atau tempat narasumber bekerja. Disini sisa akan belajar etika dan tata krama, prosedur menemui orang secara sopan dan santun, berkomunikasi tanpa menyinggung perasaan, dan sebagainya. Selanjutnya dilakukan wawancara dengan narasumber.
  • 5. Melakukan wawancara sekunder dengan teman, tetangga, atau orang yang masih terkait dengan profil narasumber untuk menggali atau mendukung kebenaran informasi.
  • 6. Menyusun artikel atau laporan biopen dan mempublikasikan atau mempresentasikan.
  • 7. Siswa menyimpulkan nilai-nilai apa yang diperoleh dalam proses pembuatan biopen maupun nilai karakter dari Sang tokoh.

Berikut ini dokumentasi siswa ketika membuat biopen:

Pembuatan Biopen dengan
narasumber Kompol Muryadi, S.H. M.H
.
Wawancara dengan mantan Ketua RT
untuk menggali nilai toleransi dan pengabdian.

Oleh karena itu, nilai-nilai karakter dalam biografi pendek yang diperoleh secara langsung ataupun tidak langsung melalui kegiatan pembelajaran dengan cara mempelajari buku referensi dan atau wawancara langsung secara mendalam akan menimbulkan empati untuk meniru atau mengembangkannya. Peserta didik dapat dengan mudah menemukan dan mempraktikan nilai-nilai karakter, dan mengungkapkan kembali dengan cerita langsung dalam penyajiannya kepada teman-temannya. 


Disini peserta didik diharapkan mampu meresapi dan meyakini bahwa nilai-nilai karakter telah terbukti membuat orang sukses atau berhasil. Kesuksesan atau keberhasilan akan diperoleh dengan perjuangan yang diliputi keyakinan dan motivasi serta keuletan menghadapi tantangan hidup. Akhirnya tujuan peserta didik menjadi insan yang berarakter berdasarkan nilai-nilai kewarganegaraan dapat tercapai. Semoga langkah pembelajaran ini dapat menjadi sesuatu yang berharga dalam berpartisipasi mewujudkan generasi emas 2045 untuk pendidikan nasional yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment

//