27 Mei 2013

Konstitusi

rochim udin | 27 Mei 2013 | 22.00 |
Pengertian
Istilah konstitusi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa  Belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio, constituere) dalam bahasa Perancis yaitu “constiture” dalam bahasa Jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang–Undang Dasar. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan–ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang-undangan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat negara.
 
Pengertian konstitusi menurut para ahli
  • 1. K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu negara.
  • 2. Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada UUD. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tetapi juga sosiologis dan politis.
  • 3. Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang, partai politik, dsb.
  • 4. L.J Van Apeldoorn, konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis.
  • 5. Koernimanto Soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarti bersama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama.
  • 6. Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu:
  • A. Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu;
  • 1. Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di dalam negara.
  • 2. Konstitusi sebagai bentuk negara.
  • 3. Konstitusi sebagai faktor integrasi.
  • 4. Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi di dalam negara.
  • B. Konstitusi dalam arti relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu konstitusi sebagai tuntutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitusi dapat berupa tertulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya).
  • C. Konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik yang tertinggi sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan kenegaraan.
  • D. Konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya jaminan atas hak asasi serta perlindungannya.
(dok: The costitution state of North Carolina: http://ncpedia.org)


Tujuan dan Nilai Konstitusi
Tujuan konstitusi yaitu:
  • 1. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang–wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela dan bisa merugikan rakyat banyak.
  • 2. Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
  • 3. Pedoman penyelenggaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh.

Nilai konstitusi yaitu:
  • 1. Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen.
  • 2. Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetapi tidak sempurna. Ketidaksempurnaan itu disebabkan pasal–pasal tertentu tidak berlaku / tidak seluruh pasal– pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara.
  • 3. Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik.

Macam–macam konstitusi
Menurut CF. Strong, konstitusi menurut bentuknya terdiri dari:
  • 1. Konstitusi tertulis (dokumentary constitution / writen constitution) adalah aturan–aturan pokok dasar negara, bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara.
  • 2.  Konstitusi tidak tertulis / konvensi (non-dokumentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul.

Berdasarkan sifat dari konstitusi yaitu:
  • 1. Fleksibel / luwes apabila konstitusi atau undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan.
  • 2. Rigid / kaku apabila konstitusi atau undang undang dasar jika sulit untuk diubah.

Berdasarkan ruang lingkup ketentuan yang diatur:
  • 1. Konstitusi dalam arti sempit yaitu sama dengan UUD.
  • 2. Konstitusi dalam arti luas yaitu meliputi UUD dan aturan-aturan dasar suatu negara dan mencakup juga hukum kebiasaan yang tidak tertulis.

Syarat terjadinya konstitusi yaitu:
  • 1. Agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat.
  • 2. Melindungi asas demokrasi.
  • 3. Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat.
  • 4. Untuk melaksanakan dasar negara.
  • 5. Menentukan suatu hukum yang bersifat adil.
Kedudukan konstitusi atau UUD yaitu:
  • 1. Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan atau ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan.
  • 2. Sebagai hukum dasar.
  • 3. Sebagai hukum yang tertinggi.

(Hubungan dasar negara dan konstitusi dari Astrid Widhowaty)
Sumber bacaan:
http://id.wikipedia.org/wiki/Konstitusi 
http://ncpedia.org/1835-consitutional-convention 
http://www.slideshare.net/astridsangjuara/hubungan-dasar-negara-dan-konstitusi#btnNext

Related Post:

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//