30 Maret 2013

Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

rochim udin | 30 Maret 2013 | 23.52 |
Dalam ideologi tertutup, cita-cita merupakan kehendak sekelompok orang saja, dipaksakan, bersifat totaliter, serta meniadakan pluralisme. Isi ideologi tertutup tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita saja, tetapi juga tuntutan konkret dan operasional yang kurang mutlak.
 
Menurut Alfian, Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka dan dinamis sebab nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung tiga dimensi. Ketiga dimensi dalam Pancasila adalah sebagai berikut : 

1. Dimensi Realitas

Bahwa nilai-nilai ideologi itu bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup didalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu benar-benar telah dijalankan, diamalkan, dan dihayati sebagai nilai dasar bersama. Kelima nilai dasar Pancasila itu kita temukan dalam suasana atau pengamalan kehidupan masyarakat bangsa kita yang bersifat kekeluargaan, kegotongroyongan, atau kebersamaan.

2. Dimensi Idealitas

Bahwa suatu ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan. Ideologi tidak sekedar mendeskripsikan atau menggambarkan hakikat manusia dan kehidupannya, namun juga memberi gambaran ideal masyarakat sekaligus memberi arah pedoman yang ingin dituju oleh masyarakat tersebut.

3. Dimensi Fleksibilitas

Bahwa ideologi memiliki keluwesan yang memungkinkan untuk pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang relevan tentang dirinya tanpa menghilangkan atau mengingkari hakikat dan jati diri yang terkandung dalam nilai-nilai dasarnya. Dimensi fleksibilitas suatu ideologi hanya mungkin dimiliki oleh ideologi terbuka ‘demokratis’ karena disinilah relevansi kelebihannya untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran baru yang terkandung dalam nilai-nilai dasar. Pancasila adalah fleksibel karena dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan tuntutan perubahan.

Dari uraian tersebut, ada beberapa ciri-ciri yang membedakan antara ideologi terbuka dan tertutup, yakni:

No.
Ideologi Terbuka
Ideologi Tertutup
1
Nilai dan cita-cita sudah hidup dalam masyarakat
Nilai dan cita-cita sekelompok orang yang mendasari niat dan tujuan kelompoknya
2
Hasil musyawarah dan konsensus rakyatnya
Harus ada yang dikorbankan demi ideologi sekelompok orang
3
Milik seluruh rakyat sekaligus menjiwai ke dalam kepribadian masyarakat
Loyalitas ideologi yang kaku
4
Isinya tidak operasional kecuali diwujudkan dalam konstitusi
Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan mutlak
5
Dinamis dan reformis
Ketaatan yang mutlak, kadang bahkan menggunakan kekuatan dan kekuasaan

Related Post:

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//